Sabtu, 02 Mei 2009

Sabtu, 25 April 2009


Nabi Sulaiman dan Kubah Ajaib

Pada suatu hari Nabi Allah Sulaiman telah menerima wahyu dari Allah SWT supaya pergi ke tepi pantai untuk menyaksikan suatu benda yang ajaib yang akan ditunjukkan kepada Nabi Sulaiman. Setelah bersiap sedia, Nabi Sulaiman berangkat ke tepi pantai yang ditunjukkan di dalam wahyu. Baginda Sulaiman di iringi oleh kaum jin, manusia dan binatang.
Setibanya di pantai, Nabi Sulaiman terus mengintai-intai untuk mencari sesuatu seperti yang dikatakan oleh Allah. Setelah lama mencari, baginda Sulaiman belum menemukan apa-apa.
Salah seorang berkata: “Baginda, mungkin salah tempat?”
Tetapi baginda Sulaiman menjawab: “Tidak, disinilah tempatnya.”
Kemudian Baginda Sulaiman memerintahkan jin Ifrit supaya menyelam ke dalam laut untuk mencari apa-apa yang ajaib dan mengherankan. Jin Ifrit menyelam agak lama dan kemudian kembali kepada Nabi Sulaiman dan mengatakan bahwa dia tidak menemukan benda yang ajaib.
Nabi Sulaiman kemudian berkata: “Apakah kamu menyelam hingga ke dasar laut?”
“Tidak”, jawab jin Ifrit.
Nabi Sulaiman kembali memerintahkan jin Ifrit untuk menyelam hingga ke dasar laut. Setelah lama menyelam dan mencari benda-benda yang dikatakan oleh Nabi Sulaiman, jin Ifrit kembali muncul ke darat dan untuk kedua kalinya juga dia tidak menemukan apa-apa. Perdana menterinya yang bernama Asif bin Barkhiya berbisik ke telinga Nabi Sulaiman dan memohon kepadanya agar Baginda berkenan ditolongnya. Setelah mendapat izin Nabi Sulaiman, Asif bin Barkhiya kemudian menyelam ke dasar laut dan terus berdoa kepada Allah. Tidak lama kemudian Asif melihat sebuah kubah yang sangat cantik. Kubah tersebut mempunyai empat sisi, setiap sisi mempunyai pintu. Pintu pertama dibuat dari mutiara, pintu kedua dibuat dari zamrud berwarna merah, pintu ketiga dibuat dari jauhar (permata) dan pintu keempat diperbuat daripada zabarjad (batu permata). Pintu-pintu tersebut terbuka lebar, namun yang mengherankan airnya tidak masuk kedalam kubah tersebut.
Dengan kuasa yang diberikan oleh Allah, Asif bin Barkhiya dapat membawa kubah tersebut naik ke darat dan diletakkan di hadapan Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman melihat kubah tersebut dengan penuh takjub atas kebesaran Allah. Baginda Sulaiman kemudian melihat kubah tersebut, dan melihat ke dalamnya ternyata di dalam kubah itu di dapati ada seorang pemuda yang tampan. Pemuda tersebut masih belum sadar kalau kubahnya telah diangkat ke darat karena sedang khusyu’ berdzikir/ bermunajah kepada Allah. Nabi Sulaiman memberi salam kepada pemuda tersebut.
“Assalaamu’alaikum, wahai pemuda tampan” sapa Nabi Sulaiman.
“Wa’alaikum salam..” jawab pemuda itu.
Pemuda tersebut menyambut salam dengan perasaan terkejut karena melihat orang banyak berkumpul. Kemudian Nabi Sulaiman memperkenalkan dirinya kepada pemuda itu. “Hai pemuda, aku adalah Nabi Allah Sulaiman”
Pemuda itu bertanya: ”Dari mana mereka ini dan bagaimana mereka datang?”
Pemuda itu merasa heran karena kubahnya ternyata telah berada di darat. Nabi Sulaiman memberitahukan kepada pemuda itu bahwa mereka datang karena diperintahkan oleh Allah untuk melihat keajaiban yang dikaruniakan Allah kepadanya.
Setelah mendapat izin dari pemuda itu Nabi Sulaiman masuk ke dalamnya untuk melihat benda yang ajaib. Keindahan yang terdapat di dalam kubah itu sangat menakjubkan. Nabi Sulaiman bertanya kepada pemuda tersebut bagaimana dia bisa berada di dalam kubah yang terletak di dasar laut. Pemuda tersebut menceritakan bahwa dia telah berbakti kepada ibu bapaknya selama 70 tahun.
“Hamba adalah seorang yang biasa, bapakku seorang yang lumpuh dan ibuku seorang yang buta, namun hamba tidak malu atas mereka. Hamba ingin berbakti kepada keduanya seumur hidup hamba.”
Namun Allah berkehendak lain, ibuku wafat saat hamba baru berbakti kepadanya 70 tahun. Saat akan meninggal, ibu memanggilku dan membisikkan kepadaku kalau ibu ridlo atas semua baktiku, dan ibuku berdoa agar aku dipanjangkan umurnya dan selalu taat kepada Allah.. Dan tidak berapa lama kemudian ayah meninggal dan saat akan meninggal juga memangilku dan membisikkan kalau ayah ridlo atas semua baktiku. Dan ayah berdoa kepada Allah agar hamba ditempatkan di suatu tempat yang tidak dapat diganggu oleh syaitan.
Doa kedua orang tuaku dikabulkan oleh Alllah.
Pada sutau hari ketika hamba berjalan-jalan di tepi pantai, hamba melihat sebuah kubah yang sedang terapung-apung di tepi pantai. Kemudian hamba menghampiri kubah tersebut. Ada suara menggema yang menyuruh supaya hamba masuk ke dalam kubah tersebut. Kemudian hamba masuk ke kubah dan melihat di dalamnya, namun tiba-tiba kubah itu masuk ke dasar laut. Tidak lama kemudian muncul cahaya seraya memperkenalkan bahwa dia adalah malaikat yang di utuskan oleh Allah. Malaikat itu menjelaskan bahwa kubah cantik itu adalah karunia Allah yang diperuntukkan bagi seorang pemuda yang ikhlas berbakti kepada kedua orangtuanya.
Dan akhirnya hamba diizinkan untuk tinggal di dalamnya selama hamba suka, segala kebutuhan makan dan minum sudah disediakan.
Kemudian malaikat itu diperintahkah oleh Allah untuk membawa kubah tersebut ke dasar laut. Semenjak itu hamba terus berdzikir/ bermunajah kepada Allah hingga hari ini.
Nabi Sulaiman bertanya kepada pemuda itu "Berapa lama kamu berada di dalam kubah ini"
Pemuda itu menjawab "Saya tidak menghitungnya tetapi saat memasukkinya semasa pemerintahan Nabi Allah Ibrahim a.s.”
Nabi Sulaiman menghitung ". Subhanallah, ini berarti kamu telah berada di dalam kubah ini selama dua ribu empat ratus tahun".
Nabi Sulaiman kembali berkata "Wajahmu tidak berubah, malah semakin muda walaupun sudah dua ribu empat ratus tahun lamanya".
Kemudian Nabi Sulaiman menawarkan kepada pemuda tersebut apakan dia mau ikut ke istananya.
Pemuda itu menjawab: “Nikmat apa lagi yang harus hamba minta selain dari nikmat yang dikurniakan oleh Allah kepada ku ini".
Nabi Sulaiman bertanya: "Apakah kamu ingin pulang ke tempat asal mu?"
Jawab pemuda itu "Ya baginda, antarkan aku ke tempat asalku".
Nabi Sulaiman pun memerintahkan Perdana Menterinya Asif bin Barkhiya untuk membawa kubah tersebut ke tempat asalnya.
Setelah kubah tersebut diletakkan ditempat asalnya, Nabi Sulaiman berkata kepada kaumnya "Wahai kamu semua, kalian telah melihat keajaiban yang dikaruniakan oleh Allah. Lihatlah betapa besar balasan yang Allah berikan kepada orang yang taat kepada kedua orang tuanya dan betapa tersiksanya orang yang durhaka kepada kedua orangtuanya".
Nabi Sulaiman pun pulang istana dan bersyukur kepada Allah Taala karena telah diberi kesempatan untuk menyaksikan sesuatu yang ajaib yang belum pernah ia temui sebelumnya.